Sejarah

Sejarah

Ilmu pengetahuan dan ketrampilan Bedah Kepala Leher adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh para Dokter Spesialis Bedah, oleh karena itu ilmu bedah kepala leher termasuk salah satu inti pembelajaran dan pelatihan yang diberikan juga kepada peserta didik dokter spesialis bedah.

Namun pada pendidikan dokter spesialis bedah di senter-senter pendidikan pada umumnya, belum ada Divisi Bedah Kepala Leher yang bertanggung jawab atas pemberian modul ilmu bedah kepala leher secara utuh kepada peserta didik. Peserta didik mendapatkan ilmu bedah kepala leher secara fraksional dari beberapa Divisi atau Departemen di lingkungan bedah.

Yang memprihatinkan ialah jika pada senter pendidikan tersebut terdapat program studi bedah lain yang juga mengajarkan sebagian dari cakupan ilmu bedah kepala leher diatas kepada anak didiknya sendiri, dengan demikian maka porsi ilmu dan ketrampilan yang didapat oleh perserta didik dokter spisialis bedah akan sangat sedikit. Sementara jumlah kasus bedah di daerah kepala dan leher cukup banyak, mulai dari yang sederhana sampai yang sangat kompleks, dan semuanya perlu penanganan yang prima serta paripurna.

Mengingat hal tersebut diatas maka perlu diselenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Konsultan Kepala Leher yang merupakan kelanjutan dari pendidikan dokter spesialis bedah bagi mereka yang berminat memperdalam di bidang ilmu bedah kepala leher dan bekerja di senter pendidikan atau di rumah sakit jejaring pendidikan, agar mereka menjadi penanggung jawab pemberian modul ilmu bedah kepala leher, dapat mendidik para peserta didik dokter spesialis bedah secara utuh dan lebih baik, serta dapat melayani kasus-kasus rujukan bedah kepala leher yang sulit dan tidak dapat dikerjakan oleh dokter spesialis bedah di daerah.

Oleh karena itu, sejak tahun 2004 diselenggarakan Program Training Dokter Spesialis Bedah Konsultan Kepala Leher, dan kemudian pada tahun 2015 resmi menjadi program studi Bedah Kepala Leher PPDS 2 FK Unair.

Bidang bedah kepala leher yang ditangani meliputi:
1. Endokrin ( tiroid & paratiroid)
2. Neoplasma kepala leher (jinak dan ganas)
3. Trauma maksilofasial
4. Kelainan congenital kepala leher
5. Infeksi kepala leher
6. Rekonstruksi kepala leher (penutupan defek akibat pengangkatan tumor)